Ga kerasa ya tujuh semester bareng2, yuk Oktober besok wisuda bareng. Massive thankyou for you Yensus, Rima, Icha. Jah bless! 

(PIM 2, April 2014)

Ga kerasa ya tujuh semester bareng2, yuk Oktober besok wisuda bareng. Massive thankyou for you Yensus, Rima, Icha. Jah bless!

(PIM 2, April 2014)

Jurnal Tyo : Pakde

Sebagai laki-laki yang tumbuh di adat Jawa. Gua biasa memanggil kakak dari ortu sendiri berjenis kelamin laki-laki dengan sapaan Pakde. PakDe apa Pakde, yang jelas mereka lebih tua, bijak, terhormat. Wisdomnya itu..ga perlu dibantah.

Gua ga kebayang apa rasanya jadi pakde-pakde, kakaknya nyokap yang sejak kecil menjadi patron gua pasca perpisahan bokap dan nyokap. Mereka berbagi waktu dengan keluarga dan gua juga. Menjaga semata gua ga kekosongan figur bokap, meskipun hari ini menemukan diri..kesepian karena sibuk membahagiakan orang lain. Cara mereka beragam, ngajak nginep, ngajak refreshing, jalan-jalan, selain..memberi nasihat ketika gua mulai tumbuh dewasa.

Saat ini gua seorang pemuda berusia 23 tahun. Sudah mulai matang fisik dan mental, coming soon tentu materi. Tentu gua bukan lagi diangon (Jawa : diasuh), karena di bawah gua berjejer keponakan..perlahan tugas pengasuhan dan mendidik gua emban. Modal ilmu psikologi, rupanya meskipun udah lulus kuliah perkembangan, mendidik itu tricky. Ga semua keponakan langsung securely attach sama omnya. Skip that, kembali ke Pakde. Siang ini gua dititip duet hamster lucu dan menggemaskan sama sepupu. Karena keponakan alergi jadi hamsternya dievakuasi.

Gua membawa kandang hamster keluar rumah sepupu. Anak kedua doi, yang masih balita..super lucu mukanya, mendadak sedih. Hi hi hi, gua menjelaskan kalau dia dan kakaknya selesai alergi hamster ini balik kandang. Paham, meski mukanya masih sedih. Namanya anak-anak, paling alergi kelar..mainan lain udah bikin dia move on. Pakde melihat dan menilai gua agak kewalahan membawa kandang hamster.Saat gua ud pamit, dia malah bilang : bareng pakde sampe ujung jalan.

Itungannya perintah, ga perlu ditolak apalagi berkeras. Gua ngikut sampe tempat mobil sendiri diparkir. Mendadak tersadar, oh..beliau tetap beliau..meskipun udah punya cucu, tetep..gua sebagai keponakan juga kudu dibantu. Mobil pakde berhenti didepan mobil gua, turun mobil, mengucap terima kasih. Lalu pindahin kandang ke mobil, pulang ke rumah.

Bantuan sederhana, yang menyadarkan..mau udah dewasa kek, citra psikis gua semasa kecil itu..masih kuat :)

Some people thinking it is okay, when all children grow up.
Some people thinking, it is okay too see a grown up child, as they are used to be.
With their old eyes, they see me as a young man. Tough, free, and running with blood on his knee.
With their heart, they see me still..as a boy, left by his dad. Insecure, fragile.

It’s perception dear.

Pengenalan Tanaman Obat Keluarga ala Keluarga Sakum

Pengenalan Tanaman Obat Keluarga ala Keluarga Sakum

Sushi Ya, 27 Maret 2014
Mas Andri’s 29 mini dinner

Sushi Ya, 27 Maret 2014
Mas Andri’s 29 mini dinner

Selamat ulang tahun ke-29 Mas Andri, whatever your excuse find a reason to win

Selamat ulang tahun ke-29 Mas Andri, whatever your excuse find a reason to win

Hadiah ulang tahun dari Mas Andri :3

Bram, hr ini genap 23th lalu kamu hadir ditengah2 kami - melengkapi kehidupan keluarga yg aku impikan bahagia, tp sorry mimpiku sptnya tdk prnah bs aku wujudkan-tetapi kamu memberikan kebahagiaan lainnya yg lbh besar maknanya bagi kehidupan, dunia intelektual sbg calon psikolog handal. Selamat meraih mimpimu itu, semoga kau lbh bahagia dan Selamat Ulang tahun 5 Maret ‘14 sehat sentosa dan sejahtera.

Aku bapakmu sayang, Sigit.

Bapak, lima jam setelah usia gua 23 tahun

Beberapa jam setelah usia 23 tahun

I don’t know about you, but I am feeling twentytwo.
Everything will be alright, we will keep dancing all night.

Foto saat 22 tahun, 4 Maret 2014

Foto pertama,
Sepupu gua memajangnya sebagai wallpaper ponselnya. Ia merasakan, mungkin itulah foto terbaik kami saat dewasa. Guapun merasakan demikian.

Foto kedua,
Seorang wanita yang melahirkan lalu mendampingiku sampai hari ini. Siapa wanita seumurku yang bisa melampaui beliau. Ia akan berada di sampingku persis.

Foto ketiga,
Seorang kakak, cuma dia patron satu-satunya. Membuat gua tetap bisa memerankan anak bungsu yang emosian, keras kepala..

Foto keempat,
Seorang bocah yang disebut mirip denganku semasa kecil. Anggap aku masih aneh, anggota keluarga pertama sebagai seorang pemegang tongkat komando mahasiswa dan asisten psikolog di keluarga. Saat ini mungkin ia belum diperhitungkan, esok? Mungkin namanya adalah masuk “A-List”..seperti oomnya.

You're Only Live Once Keep Calm and Digit Span

view archive



Another Bramantyo's

Le Twitter

Ask me anything